28
TAHAP 2:
RENCANA ALLAH DI MASA SEKARANG
 “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka
Dan menuliskannya dalam hati mereka.”
—TUHAN (Yeremia 31:33)

Tidak banyak orang yang memikirkan kutukan dosa yang mematikan tapi banyak yang hidup dalam ikatan, yang biasa disebut kutukan harian.

Kebanyakan orang di dunia hidup dalam ketakutan akan bencana, penyakit, dan kematian. Banyak yang khawatir karena tidak mempunyai cukup uang untuk membeli makanan atau membayar hutang. Ada yang merasa takut akan ketidakberuntungan, sihir, atau mata jahat dan mereka berhati-hati untuk tidak dengan keras mengungkapkan kebahagiaan mereka karena roh jahat akan mendengar dan memberikan ketidakberuntungan pada hal-hal yang menyebabkan mereka bahagia. Untuk mengusir roh jahat dan bencana, orang-orang memakaikan jimat atau jampi-jampi pada diri mereka sendiri atau pada anak-anak mereka, bahkan pada rumah mereka. Banyak yang minum ramuan atau membaca kalimat-kalimat hafalan untuk mendapatkan perlindungan. 1

Syukurlah orang-orang yang mengenal dan percaya kepada Pencipta dan Penebus mereka tidak perlu melakukan persiapan-persiapan seperti itu karena Dia jauh lebih besar daripada semua kekuatan jahat, baik yang hanya bayangan maupun yang nyata. Orang percaya tidak perlu takut kepada apapun karena Tuhan Yesus mempunyai wewenang atas segala kuasa termasuk kematian itu sendiri.

Yesus tidak hanya datang untuk membalikkan akibat kutukan dosa dalam kekekalan kita tapi juga untuk membalikkan akibat kutukan dosa dalam kehidupan kita sehari-hari.

MEMBALIKKAN KUTUKAN: TAHAP DUA

Kitab Suci berkata, “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu [kekuatan jahat]; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." (1 Yohanes 4:4)

Siapakah Roh yang ada di dalamorang percaya?

Pada malam sebelum Yesus disalib, Dia berkata kepada murid-murid-Nya:
“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:16-18,  25-27)

PENOLONG LAIN

Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa setelah Dia kembali ke surga, Bapa akan mengirimkan Penolong yang lain … Roh Kudus.”

Kata  penolongditerjemahkan dari kata parakletosdalam bahasa Yunani, yang berarti penolong, penghibur, penasehat,atau pendukung. Dalam Kitab Suci kata Parakletos digunakan untuk Anak Allah dan untuk Roh Kudus Allah. 2

Seperti Anak yang datang untuk menyelamatkan pendosa dari hukuman dosa, Roh juga datang untuk menyelamatkan orang percaya dari kuasa dosa.

Roh Kudus selalu bersama Allah, sama seperti Anak selalu bersama Allah. Karena itulah Dia disebut dalam pembukaan Kitab Allah sebagai “Roh Allah”. (Kejadian 1:2)

Banyak orang 3 mengatakan bahwa Roh Kudus adalah nabi yang akan datang (atau malaikat Gabriel!), tapi pernyataan itu langsung bertentangan dengan apa yang telah dikatakan dan dilakukan Tuhan Yesus.

Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa setelah Dia mati di kayu salib dan kembali hidup, Dia akan naik ke surga supaya Roh Kudus bisa turun dan berdiam dalam hati semua orang yang percaya pada pesan Allah. Anak akan naik dan Roh akan turun. Yesus memberi tahu murid-murid-Nya: “Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalah Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.(Yohanes 16:7)

Sampai saat itu dalam sejarah Roh Kudus telah bersama orang percaya untuk memberi kekuatan, membimbing, dan memberkati mereka. Roh Kudus baru bisa datang untuk hidup selamanya di dalam orang-orang yang percaya hanya setelahYesus menangani masalah dosa dunia.

Tuhan Yesus mengumumkan sebuah kejadian yang sangat istimewa. “Roh Kebenaran … menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.(Yohanes 14:17)

KEDATANGAN ROH KUDUS

Setelah Yesus bangkit dari mati, Kitab Suci mencatat:
“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka [murid-murid-Nya], Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang - demikian kata-Nya - telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus … Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:4-5, 8)

Itulah yang terjadi pada Hari Pentakosta, 4 lima puluh hari setelah kebangkitan Yesus dan sepuluh hari setelah Dia naik ke surga.
“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya [sekitar 120 orang percaya, laki-laki dan perempuan (Kisah Para Rasul 1:14)] berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus …” (Kisah Para Rasul 2:1-4)

Perjanjian Baru mencatat sebuah kejadian dramatis dalam Kisah Para Rasul pasal kedua. Dengan kuasa Roh Kudus murid-murid Yesus mulai menceritakan kabar baik Allah dalam berbagai bahasa dari orang-orang asing yang berkumpul di Yerusalem yang datang dari Asia, Arab, dan daerah lain di dunia.

Di hari yang sama dengan turunnya Roh Kudus, tiga ribu orang percaya pada pesan Allah dan menerima hadiah kehidupan kekal dari-Nya. Jumlah orang yang percaya bertambah dengan cepat.

Kisah Para Rasul mencatat sejarah orang-orang pertama yang percaya kepada Kristus dan menceritakan bagaimana kabar baik kebangkitan Mesias tersebar di Kekaisaran Roma - bukan dengan kuasa pedang tapi dengan kuasa kasih Allah dan Roh Kudus.

YANG DIPANGGIL

Rencana utama Allah di dunia pada masa sekarang adalah “memilih suatu umat dari antara mereka [bangsa-bangsa] bagi nama-Nya.” (Kisah Para Rasul 15:14)

Kedatangan Roh Kudus di Hari Pentakosta melahirkan keluarga orang percaya yang disebut umat yang percaya. Kata asli Yunani untuk kata orang-orang kudus adalah ekklesia, yang dalam arti sederhananya adalah: “berkumpul” atau “yang dipanggil.” Sekarang kata “jemaat” (sering disebut gereja) dipakai untuk konsep-konsep yang salah dan aliran-aliran yang sangat banyak. Banyak orang menyebut dirinya Kristen tapi dengan terbuka memperlihatkan ketidakhormatan mereka pada nama Kristus karena cara hidup mereka. Banyak yang beragama tapi mereka tidak mempunyai hubungan yang murni dengan Allah. Mereka tidak pernah dibersihkan dari dosa melalui iman akan darah Yesus.

Kabar baiknya adalah Allah mengundang semua orang di manapun untuk percaya kepada Anak-Nya, menjadi ciptaan baru yang istimewa, dan diterima ke dalam keluarga orang percaya yang akan bersama-Nya dalam kekekalan.

Semua orang yang percaya pada janji Allah sebelum Yesus datang (di masa Perjanjian Lama) adalah bagian dari keluarga Allah tapi hanya orang-orang yang sudah percaya sejak Yesus datang yang akan menjadi bagian dari organisme hidup yang dikenal dengan nama “umat Kristus”." Umat Kristus"juga disebut “tubuh Kristus” dan “mempelai”. 5 Kepada semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Kitab Suci berkata:
“Kamulah … umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya …” (1 Petrus 2:9-10)

Kitab Suci pasal satu dan pasal dua mengungkapkan bagaimana pada mulanya Allah menciptakan manusia sebagai ciptaan istimewa milik-Nya. Dalam pasal tiga dicatat bagaimana Adam berdosa dan memisahkan dirinya dan seluruh umat manusia dari Allah. Tapi dalam pasal-pasal selanjutnya dijelaskan apa yang telah Allah lakukan supaya pendosa yang kotor dapat sekali lagi menjadi “orang-orang istimewa milik-Nya.”

Apakah kamu bagian dari orang-orang istimewa milik Allah? Jika ya, berarti kamu sudah masuk ke dalam tahap kedua dari rencana Allah untuk membalikkan kutukan.

DISELAMATKAN DAN DIMETERAIKAN

Yang pertama dilakukan Roh Kudus dalam kehidupan pendosa yang menerima hadiah keselamatan dari Allah adalah memberinya kehidupan baru. Semua orang yang mengalihkan kepercayaan pada diri sendiri dan pada usaha mereka sendiri kepada Kristus Yesus dan pada apa yang telah Dia lakukan bagi mereka di kayu salib akan dilahirkan kembali secara spiritual oleh Roh Kudus.

Yesus berkata,
“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali … Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:6-7, 16)

Sungguh luar biasa “dilahirkan kembali!” Pendosa yang dilahirkan kembali secara spiritual merupakan pekerjaan Allah yang hidup dalam kesatuan kompleks-Nya. Lahir baru menjadi mungkin karena Bapa mengirimkan Anak-Nya, Anak mencurahkan darah-Nya untuk menebus dosa dan Roh Kudus memberikan hidup baru kepada orang-orang yang percaya.

Roh Kudus tidak hanya memberi kita kehidupan kekal; Dia juga memeteraikan kita selamanya, menandai kita sebagai milik Allah, dan selamanya berdiam di dalam kita. Dia juga memberi jaminan bahwa ketika tiba giliran kita untuk meninggalkan dunia, kita akan sampai ke rumah Bapa dengan selamat.
“Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita.” (Efesus 1:13-14)

Tidak ada yang bisa menyebabkan orang yang benar-benar percaya untuk kehilangan keselamatan kekalnya. “Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita.”

DIBEBASKAN UNTUK BERBUAT DOSA LAGI?

Dari waktu ke waktu saya dengar orang bicara dengan sinis, “OK, jadi yang harus saya lakukan untuk mendapatkan kepastian tempat di Taman Firdaus adalah percaya bahwa Yesus telah mati bagi dosa saya dan kemudian saya bisa berbuat dosa lagi, benarkan?”

Dengan menggunakan logika seperti ini, jika seseorang menyelamatkanmu setelah kamu tersesat di suatu padang gurun, apakah kamu akan berkata kepada penyelamatmu, “Terima kasih! Sekarang saya bisa tersesat lagi!”?

Atau jika pemberi kredit menghapuskan hutangmu yang besar, apakah kamu akan dengan sengaja melakukan sesuatu untuk menghinanya?

Atau jika kamu baru saja mengenakan baju bersih dan rapi, apakah kamu akan berpikir, “Bagus! Sekarang saya bisa tiduran di lumpur!”?

Cara berpikir yang seperti itu tidak masuk akal.

Lalu mengapa anak-anak Adam berpikir seperti itu jika mengenai dosa dan akibatnya?

Sayangnya jawabannya sudah jelas. Dosa mencengkeram pikiran dan hati kita dengan kuat, bahkan sampai pada titik di mana kita diyakinkan bahwa berdosa itu baik dan menyenangkan. Tentu saja hal itu bukan sesuatu yang baru. Adam dan Hawa juga melihat dosa - ketika akan mengambil buah terlarang - menarik hati karena memberi pengertian.” (Kejadian 3:6)

Yang perlu dimengerti adalah ketika pendosa percaya pada pesan Allah, dia tidak lagi tersesat dalam rimba dosa. Hutang dosa yang membebani itu telah dibayar lunas. Sekarang orang percaya sudah dikenakan pakaiankebenaran Kristus yang suci.

Roh Kudus menanamkan keyakinan kudus dalam anak Allah yang lahir baru bahwa dosa adalah hal yang buruk, bukan hal yang baik. Roh Kudus memberi kekuatan kepada orang-orang kepunyaan Allah untuk menjalani kehidupan yang menggambarkan karakter dan tindakan kudus-Nya. Sebagai keluarga surgawi, anak-anak Allah yang lahir baru akan mempunyai keinginan untuk menjalani kehidupan yang mempertahankan kehormatan keluarga.

Orang percaya mungkin tidak mempedulikan Roh Kudus dan tidak menghormati Tuhan melalui cara mereka hidup tapi semua orang yang benar-benar percaya kepada Kristus mempunyai Tamu surgawi hidup di dalam mereka. Karena itulah Kitab Suci menegur semua yang percaya kepada Kristus:
Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” (Efesus 4:30)

Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan pernah kehilangan keselamatan yang telah mereka terima dengan iman tapi mereka dapat “mendukakan Roh Kudus Allah” melalui cara mereka yang hidup seperti orang-orang tidak percaya. Orang-orang kepunyaan Tuhan yang masih ada di dalam dunia tidak lagi dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.”(Yohanes 17:16)

Seperti Tuhan Yesus yang membenci perbuatan-perbuatan di dunia ini yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, murid-murid-Nya juga harus begitu.
“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” (Roma 6:1-2)
Matikanlah dalam dirimu segala nafsu duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” (Kolose 3:5-10)

KEHIDUPAN ALLAH DI DALAM ORANG PERCAYA

Anak Allah datang untuk membebaskan pendosa yang percaya dari hukuman dosa, Roh Allah juga datang untuk membebaskan orang percaya dari kuasa dosa harian.

Seperti ini cara kerjanya.

Ketika seseorang menyerahkan kepercayaannya kepada Kristus, Roh Allah membangun kerajaan-Nya di dalam orang tersebut dengan cara hidup dalam roh mereka, pusat kendali yang ada di dalam dirinya. Dia memberikan orang percaya itu sifat baru yang ingin menyenangkan Tuhan. Hal ini tidak berarti bahwa sifat egois dan sifat alami manusia yang berdosa itu dihapuskan. Sifat lama hanya akan dihapuskan ketika orang percaya sudah bersama Tuhan di surga. Di dunia ini orang percaya tidak mencapai tahap kesempurnaan tanpa dosa. Tapi mereka akan merasa sangat sedih jika mereka mengecewakan Tuhan. 6

Dalam kehidupan setiap orang yang benar-benar percaya selalu ada pertempuran antara sifat lama (yang diwariskan oleh Adam) dan sifat baru (yang ditanam oleh Roh Kudus). Roh Kristus yang berdiam dalam diri orang percaya akan memberikan hati yang berkeinginan untuk menyenangkan Allah. Dia mengajar orang-orang kepunyaan-Nya bahwa walaupun dosa dapat menyediakan kesenangan (Ibrani 11:25), “kesudahan semuanya itu ialah kematian. Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa … kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan.(Roma 6:21-22) Roh Kudus menghasilkan perubahan besar dalam diri orang percaya.

 
“Buah Roh ialah:
    kasih, sukacita, damai sejahtera,
      kesabaran, kemurahan, kebaikan,
        kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
  Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23)

Agama-agama yang mengandalkan usaha sendiri tidak menghasilkan buah-buah roh. Hukum-hukum agama dapat mengubah tingkah laku luar tapi hanya Roh Kudus yang dapat mengubah sifat di dalam diri seseorang.

Allah ingin memberlakukan hukum-Nya. Dia tidak akan memberikan daftar peraturan yang harus dipatuhi tapi Dia akan hidup dalam dirimu dan melaluimu untuk menjadi berkat bagi orang lain dan kemuliaan nama-Nya.

DAFTAR ATAU KASIH?

Cerita ini tentang seorang pria yang istrinya sudah meninggal. Duda ini membayar seorang perempuan untuk membersihkan rumahnya dan mencuci pakaiannya tiga hari dalam seminggu. Pria ini menempelkan di pintu lemari pendingin daftar pekerjaan yang harus diselesaikan setiap kali perempuan itu datang. Dan ya, pria itu membayar perempuan itu atas pekerjaannya.

Berselang waktu, pria ini jatuh cinta kepada si perempuan dan memintanya untuk menjadi istrinya. Perempuan itu menerimanya. Setelah mereka menikah, pria itu mencabut daftar tugas yang tertempel di pintu lemari pendingin. Dia juga berhenti menggaji perempuan itu. Mengapa? Karena “perempuan pembersih rumah” itu sudah menjadi istri terkasihnya! Sekarang dengan senang dia membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan memenuhi tugas lain yang bahkan tidak pernah ada dalam daftar. Mengapa? Karena dia mengasihi suaminya dan ingin menyenangkan dan melayani suaminya. Tugas-tugas yang tadinya ada di pintu lemari pendingin sekarang ada di dalam hatinya.

Itulah yang Allah lakukan kepada orang-orang kepunyaan-Nya.
“Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (Yeremia 31:33)

Seperti daftar yang ada di lemari pendingin, agama manusia memberikan daftar tugas yang harus dilakukan dan menjanjikan bahwa mudah-mudahan kamu akan “dibayar” pada Hari Penghakiman, “jika Allah berkehendak.”

Sungguh bertolak belakang dengan Tuhan yang menawarimu suatu hubungan dengan-Nya. Bukan hanya Dia menghapuskan penghukumanmu dan menawarimu kehidupan kekal, Dia juga ingin datang dan hidup di dalam dirimu melalui Roh Kudus jika kamu menerima tawaran-Nya.

Allah tidak memaksakan sebuah daftar tugas yang panjang dan yang tidak akan pernah dapat kamu penuhi tapi Dia berjanji memberimu keinginan untuk menyenangkan-Nya dan melayani-Nya dari hati yang penuh kasih. Suatu hubungan yang didasarkan dengan kasih akan menyediakan motivasi yang lebih baik untuk melakukan perbuatan baik daripada daftar dan hukum agama. Karena:
“… kasih adalah kegenapan hukum Taurat.” (Roma 13:10)

Agama mungkin menjanjikan kehidupan baru dan tempat di Taman Firdaus tapi hanya Roh Kudus yang dapat menyediakan-nya. Dialah yang dapat mengisi dirimu dengan kasih, sukacita, damai, dan keamanan kekal dari Allah.
“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5)

KEPATUHAN YANG MENYENANGKAN

Orang percaya melayani Tuhan dan manusia dari hati yang dipenuhi kasih Allah, itu bukan berarti bahwa mereka tidak mempunyai peraturan yang harus dipatuhi. Misalnya sebelum Yesus kembali ke surga, Dia berkata kepada murid-murid-Nya:
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:18-20)

Yesus memerintahkan pengikut-pengikut-Nya untuk menyebarkan kabar baik keselamatan kepada “segala bangsa.” Setelah seseorang menerima hadiah keselamatan dari Allah, dia harus diajar untuk “melakukan segala sesuatu” yang telah Yesus perintahkan. Misalnya Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk mengasihi musuh mereka dan dengan suka cita menjadi pelayan bagi semua orang. Pengikut Kristus harus mempunyai keinginan agar satu Allah yang benar dikenal, dipercayai, dan dipuji di seluruh dunia.

Yesus juga memberi tahu murid-murid-Nya untuk membaptis orang percaya baru “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Perhatikan pemakaian kata “dalam nama(bentuk tunggal), bukan “dalam nama-nama” (bentuk jamak). Hanya orang-orang yang melihat dirinya sendiri sebagai pendosa tak berdaya dan percaya pada kabar baik tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus yang akan masuk ke dalam hubungan kekal dengan satu Allah yang benar yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Orang-orang yang percaya pada pesan Allah akan menunjukkan iman mereka dengan dibaptis di sungai atau di tempat berair lainnya.

MENGAPA BAPTIS?

Apakah orang percaya perlu melakukan upacara dimasukkan ke dalam air untuk dibersihkan dari dosa? Tidak, pendosa sudah dibersihkan dan dinyatakan benar oleh Allah karena Kristus sudah melakukannya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Baptis air adalah simbol di luar tentang kenyataan di dalam. Ketika kita percaya pada pesan Allah, kita harus dibaptis sebagai bentuk kepatuhan kepada Juruselamat dan Tuan kita tapi bukan baptis yang membuat kita layak masuk surga. 7

Jadi apa maksud baptis air? Baptis air melambangkan pengenalan orang percaya akan Tuhan Yesus yang telah mati, dikubur, dan bangkit. Baptis air adalah cara untuk orang percaya menyatakan iman mereka pada rencana penyelamatan Allah. Air menggambarkan kematian. Ketika seseorang dimasukkan ke dalam air, dia memperlihatkan: “Yesus mati bagi dosa saya dan dikuburkan.” Dan ketika orang itu keluar dari air, dia memperlihatkan: “Yesus mengalahkan kematian bagi saya. Dengan kematian, dikuburkan dan kebangkitan-Nya bagi saya, saya telah dibersihkan dari dosa, dinyatakan benar dan diberikan kehidupan kekal.”

Jangan salah. Orang berdosa dapat diterima di hadapan Allah hanya melalui pekerjaan Kristus Yesus yang benar dan yang sudah selesai. Sebagai seorang pendosa yang sudah diampuni, saya tahu bahwa saya akan hidup selamanya dengan Tuhan, bukan karena saya baik tapi karena saya “berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.(Filipi 3:9)

Agama manusia mengajarmu untuk melihat kepada diri sendiri dan pada usahamu sendiri. Kitab Injil Allah mengajarmu untuk melihat kepada Kristus dan kebenaran-Nya yang tak bercela.

TIDAK ADA PENGHUKUMAN BAGI ORANG PERCAYA?

Kenyataan bahwa Kristus sudah melakukan segala hal yang diperlukan untuk menyelamatkan pendosa dari kutukan kekal menyebabkan timbulnya sebuah pertanyaan lain. Seorang koresponden menulis e-mail menanyakan:

Subject: Tanggapan Dari E-Mail

Jika Yesus sudah mencurahkan darahnya di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari dosa, apakah hal itu menghapuskan tujuan hari penghakiman?

Tidak, kematian Yesus di kayu salib untuk dosa kita tidak menghapuskan kenyataan bahwa orang percaya harus bertanggung jawab sendiri kepada Allah. Kitab Suci berkata: “Sudah sampai waktunya Allah mengadili dunia. Dan umat Allah sendirilah yang akan diadili terlebih dahulu. Nah, kalau Allah akan mulai dengan kita, bagaimanakah jadinya nanti dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Kabar Baik dari Allah itu?” (1 Petrus 4:17 BIS)

DUA HARI PENGHAKIMAN

Kitab Suci menggambarkan dua Hari Penghakiman yang berbeda. Pertama, akan ada kebangkitan dan penghakiman orang benar dan kebangkitan dan penghakiman orang tidak benar. 8

  • Penghakiman orang benar: Kamu pasti ingin menjadi bagian dari Hari Penghakiman ini. Di Tahta Pengadilan Allah tidak akan ada pertanyaan apakah orang-orang yang hadir akan dikirim ke surga atau neraka. Mereka semua akan berada di surga karena mereka telah menerima hadiah kebenaran Allah ketika mereka hidup di dunia. Mereka akan diberi penghargaan atau tidak berdasarkan motif dan nilai yang ditentukan Allah atas perbuatan mereka sebagai orang percaya. Orang percaya yang hidup berdasarkan kehendak Allah, dengan rendah hati melayani orang lain, percaya pada Allah dalam masa pencobaan percaya pada ujian Allah, mengasihi dan menyebarkan Firman-Nya, dan menanti kedatangan Tuhan akan diberi penghargaan tapi orang percaya yang memikirkan diri sendiri “akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (lihat 1 Korintus 3:11-15) Kitab Suci menyebutkan lima “mahkota” berbeda yang dapat diterima orang percaya yang mau datang menyembah di kaki Allah. 9 “Kita semua harus menghadap tahta pengadilan Allah … Setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.” (Roma 14:10,12)
  • Penghakiman orang tidak benar: Kamu tidak akan mau menjadi bagian dari Penghakiman Tahta Putih yang Besar. Kejadian yang menakutkan ini adalah bagi orang-orang yang mati dalam keadaan berdosa tanpa mempercayai persyaratan keselamatan Allah ketika mereka di dunia. Tidak akan ada pertanyaan apakah mereka akan masuk ke surga atau neraka. Semua akan dikutuk masuk ke dalam lautan api, walaupun setiap orang akan menerima tingkatan penghukuman yang berbeda sesuai dengan apa yang sudah mereka lakukan dengan kebenaran yang telah mereka ketahui.

“Mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Lihat Wahyu 20:11-15)

Kabar baiknya adalah orang-orang yang membaca ayat ini tidak perlu binasa karena  Tuhan Yesus menawarkan kebebasan dari hukuman dosa kepada semua orang.

ANAK-ANAK ALLAH

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ketika kamu menyerahkan kepercayaanmu kepada Tuhan Yesus Kristus dan pada apa yang sudah dilakukan-Nya bagimu, kamu akan menjadi anggota keluarga Allah.

Allah tidak akan lagi terasa jauh.

Dia akan menjadi Bapa-mu.
“Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkandari Allah.” (Yohanes 1:12-13) “Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’ (Galatia 4:6)

Dunia ini dipenuhi agama-agama yang menggambarkan Allah yang begitu jauh dan mensyaratkan ritual-ritual dan tidak menawari manusia suatu hubungan pribadi dengan-Nya. Sebaliknya, Allah yang mengirimkan Anak-Nya ke dunia telah mengungkapkan diri-Nya sebagai Bapa surgawi yang mengasihi pendosa. Kepada semua orang yang menerima Anak-Nya Kristus Yesus, Dia menjanjikan penghapusan dosa, mengenakan mereka pakaian kesempurnaan Kristus dan mengirimkan Roh Kudus ke dalam hati mereka.

Dalam bukunya yang berjudul I Dared to Call Him Father (Saya Berani Menyebutnya Bapa), Bilquis Sheikh dari Pakistan menceritakan pencariannya dalam mengungkapkan pesan satu Allah yang benar. Setelah berbulan-bulan membandingkan Kitab Suci dengan buku pegangan agama yang dianutnya sejak kecil, dia menceritakan pengalamannya ketika dia berteriak kepada Allah untuk menunjukkan kebenaran:
“Saya mengambil kedua buku itu dan mengangkat keduanya, masing-masing di satu tangan. ‘Yang mana, Bapa?’ kata saya. ‘Yang mana buku-Mu?’ Kemudian sesuatu yang menakjubkan terjadi. Tidak pernah ada kejadian seperti itu dalam hidup saya. Saya mendengar sebuah suara dari dalam diri saya, sebuah suara yang sangat jelas seperti seolah-olah saya sedang mengulang kata-kata dalam pikiran saya. Suaranya segar, penuh kebaikan, dan di saat yang sama penuh dengan kuasa.
‘Dalam buku mana kamu bertemu saya sebagai Bapa?’
Saya mendengar diri saya menjawab: ‘Dalam Kitab Suci.’ Hanya itu jawaban yang saya perlukan.” 10

Seperti wanita Pakistan ini, Allah adalah Bapa saya juga. Pada hari ketika saya percaya pada pesan Allah, saya dilahirkan kembali secara spiritual. Tidak ada yang bisa menyebabkan saya kehilangan kedudukan saya sebagai keluarga Allah. Yesus berkata,
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yohanes 10:27-28)

HUBUNGAN DAN PERSEKUTUAN

Jadi apa yang terjadi ketika saya berdosa? Apakah itu menyebabkan saya terpisah lagi dari Allah?

Jika seorang anak tidak mematuhi bapanya di dunia, apakah dia tidak lagi menjadi bagian dalam keluarganya? Tidak. Ketidakpatuhan seorang anak tidak menyebabkan anak itu tidak dilahirkan. Secara fisik dia masih terikat dengan orang tuanya dan itu tidak bisa dilepaskan. Seperti itulah spiritual kita terikat dengan Allah. Tidak ada yang bisa menyebabkan kamu kehilangan kedudukan sebagai anak Allah yang tidak dilahirkan lagi. Semua orang yang percaya dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. (1 Petrus 1:23) Allah adalah Bapa surgawi kita. Kebenaran Kristus yang sudah dikenakan kepadamu tidak akan pernah diambil kembali. Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkanmu.

Kamu selamanya selamat.
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup … tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39)

Tidak ada tindakan apapun dari diri kita yang bisa membalikkan hubungan kekal yang sudah Allah bangun dalam diri saya. Tapi dosa akan mempengaruhi hubungan keseharian saya dengan Allah.

KEDUDUKAN DAN KEADAAN

Misalkan seorang ayah memberi tahu anaknya untuk bekerja di kebun tapi anak itu pergi bermain sepak bola dengan teman-temannya. Kedudukan si anak sebagai anak dari ayahnya tidak akan terpengaruh tapi keadaan hubungan si anak dengan ayahnya sudah pasti akan terpengaruh! Ketika si anak pulang, dia akan ditanyai; akan ada kata-kata yang keras dan tindakan disiplin yang pantas. Si anak harus mengakui ketidakpatuhannya sehingga sekali lagi dia bisa menikmati hubungan yang dekat dengan ayahnya.

Sama halnya seperti orang-orang kepunyaan Allah. Dia memberikan disiplin kepada anak-anak-Nya ketika mereka berdosa.
“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayang.i” (Amsal 3:11-12)

Mengenai persekutuan keseharian kita dengan Allah, Kitab Suci berkata:
“Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran … Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:6, 8-9)

Roh Kudus yang ada dalam diri kita ingin mengajar anak-anak Allah untuk membenci segala bentuk dosa, tidak peduli “sekecil” apapun. Dia ingin kita menjadi peka akan dosa dalam hidup kita yang mungkin orang lain tidak akan menyatakan bahwa itu dosa.

Misalnya, jika saya berbicara dengan sikap yang tidak sopan kepada istri saya, atau jika saya bertindak tanpa kasih terhadap orang yang bersalah kepada saya atau mengatakan sesuatu yang tidak sepenuhnya benar, Roh Kudus menginsafkan saya akan dosa saya. Pengobatannya adalah “mengakui dosa [saya]” kepada Tuhan dan meminta maaf kepada orang-orang yang sudah saya sakiti. Ketika saya melakukan ini, sekali lagi saya menikmati persekutuan yang dekat dan indah dengan Tuhan saya.

Apakah kamu melihat perbedaannya?

Dalam Kristus kedudukan saya di hadapan Allah tetap sempurna tapi dalam kehidupan sehari-hari, keadaan saya tidak sempurna.

Perbuatan keselamatan-Nya bagi saya selamanya sudah selesai tapi perbuatan-Nya dalam diri saya akan terus berlangsung sampai saya bertemu dengan-Nya di Taman Firdaus.

DISELAMATKAN KARENA SUATU TUJUAN

Roh Kudus Kristus ingin mengubah cara berpikir, berbicara, dan bertindak orang-orang kepunyaan Allah. Dia berkata:
“Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:16)

Dia juga memberi tahu orang-orang kepunyaan-Nya: “Janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh [menyerah, dikendalikan] dengan Roh.(Efesus 5:17-18)

Roh Kudus tidak menekan kepribadian kita tapi Dia membebaskan kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari yang benar dan menang seperti kehidupan yang Allah ingin kita jalani. Allah telah menyelamatkan kita untuk sebuah tujuan. Kita dipanggil untuk memuliakan-Nya dalam cara kita berpikir, berkata, dan bertindak.
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” (1 Korintus 6:19-20)

Sungguh suatu kebenaran yang mengubah hidup kita, orang-orang yang percaya pada Injil! Allah sendiri hadir dalam hidup kita! Ketika kita tunduk kepada-Nya, kehidupan kita akan memuliakan nama-Nya dan membawa berkat bagi orang lain.

Masih banyak lagi perbuatan Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang kepunyaan-Nya.

Dia menghibur, menguatkan, membimbing, memberi penerangan, dan menunjukkan.

Dia membantu orang percaya mengerti Kitab Suci. 11

Dia memampukan orang percaya untuk berdoa dalam cara yang berhubungan dengan Allah. 12

Dia memberi orang-orang kepunyaan-Nya kemampuan dan karunia sehingga mereka bisa membantu dan menguatkan orang lain. 13

Dia memberikan kuasa kepada pengikut Kristus untuk bekerja dan bersaksi bagi-Nya walaupun pihak lawan begitu kuat melawan. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya … Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” (Matius 10:16-20)

SESUAI DENGAN RUPA-NYA

Singkatnya, Roh Kudus membuat orang kepunyaan Allah bisa memenuhi tujuan awal Allah bagi manusia, yaitu menggambarkan rupa satu Allah yang benar dan menikmati hubungan yang dekat dengan-Nya selamanya.
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita … Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” (Roma 8:26, 28-29)

Allah ingin menggunakan setiap kejadian dan ujian dalam hidup orang-orang kepunyaan-Nya untuk mengembalikan mereka menjadi sama dengan “rupa Anak-nya.”

Pasal pertama dari Kitab Allah menyatakan bahwa manusia pertama diciptakan “sesuai dengan gambar dan rupa Allah.” Pilihan manusia untuk berdosa melawan Penciptanya sangat mencemari rupa tersebut. Tapi ketika saatnya telah tiba Allah mengirim Anak-Nya yang mulia dan sempurna ke dalam dunia.

Kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus yang benar adalah tahap pertama dari rencana Allah untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan dosa. Tapi, seperti yang telah kita lihat dalam bab ini, ada lebih banyak rencana Allah.

Ketika pendosa tak berdaya seperti kamu dan saya percaya pada kabar baik keselamatan Allah, Dia memberi kita Roh Kudus-Nya yang kemudian mulai mengembalikan kita supaya kita menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya dalam pikiran, motivasi, perkataan, dan perbuatan kita. Ini adalah tahap kedua rencana Allah untuk membalikkan kutukan dosa.

Allah ingin anak-anak-Nya menggambarkan karakter dan perbuatan Kristus. Itulah maksud yang sebenarnya dari kata “Kristen”. Tapi pekerjaan Roh Kudus untuk mengembalikan kita menjadi serupa dengan gambar Kristus adalah proses yang terus menerus dan yang baru akan terselesaikan ketika kita bertemu dengan-Nya nanti. 14
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.” (1 Yohanes 3:1-2)

Karena pekerjaan penebusan Anak Allah bagi semua orang yang percaya kepada-Nya serta pekerjaan pengubahan Roh Allah dalam semua orang yang berserah kepada-Nya, kuasa Satan dijadikan tidak efektif dan kerajaan Allah yang penuh kasih, sukacita, dan damai dibangun kembali.

Dengan kehidupan yang dipenuhi tujuan dan pengharapan penuh kita menantikan tahap akhir  rencana Allah ketika Dia akan selamanya menghilangkan Satan, dosa, dan kematian.

Yesus akan kembali.


1. Yang tidak disadari adalah bahwa mereka berpihak kepada lawan ketika mereka menggunakan cara perlindungan seperti itu. Ulangan 18:10-14; Yesaya 47:13; Kisah Para Rasul 19:19; Galatia 5:19-21

2. 1 Yohanes 2:1; Yohanes 14–16

3. Dalam bab 1 kita mengutip e-mail yang dikirimkan oleh Ahmed dimana dia menulis: “... ada nubuat dalam Kitab Sucimu yang asli, dan juga dalam Perjanjian Lama tentang kedatangan Muhammad (S.A.W),...” Salah satu ayat kunci yang dirujuk oleh Ahmed adalah Yohanes 14 - 16.

4. Pentakosta berarti kelima puluh. Pentakosta adalah perayaan dalam Perjanjian Lama dimana bangsa Israel bersyukur kepada Allah atas berkat-berkat-Nya (Imamat 23:16). Sejak awal Allah berencana untuk mengirimkan berkat yang paling utama di hari Pentakosta: yaitu Roh Kudus-Nya.

5. 1 Korintus 12:27; Efesus 4:21; 5:25-32; Wahyu 19:7-9; 22:17; Yohanes 3:29

6. 1 Yohanes 1:8-10; 2:1-2; Roma 6–8

7. Ketika kamu bertobat dari pemikiranmu yang salah dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mati bagi dosa-dosamu dan yang kemudian bangkit, itu berarti kamu telah “dibaptis dalam Kristus,” (Roma 6:3) bukan dengan air (itu terjadi setelahnya) tapi oleh Roh Kudus. (Roma 6:1-5, Kisah Para Rasul 1:5; 1 Korintus 12:13) “Dibaptis dalam” berarti “bergabung dengan, dinyatakan dalam”. Ketika kamu percaya, kamu menjadi bagian dari keluarga milik Allah – yang dibentuk bagi semua orang “yang telah digabungkan bersama-sama” dengan Anak-Nya yang tak berdosa. (Roma 6:5)  Kedudukanmu yang baru dan kekal adalah “dalam Kristus”.

8. Kisah Para Rasul 24:15; Lukas 14:14; Yohanes 5:28-29; Daniel 12:2; Wahyu 20:6, 11-15; Wahyu 22:12

9. 2 Korintus 5:10. Kitab Suci menyebutkan sedikitnya ada lima mahkota istimewa (piala/penghargaan) yang dapat diterima oleh orang percaya: 1 Korintus 9:25; 1 Petrus 5:4; Yakobus 1:12; 1 Tesalonika 2:19-20; 2 Timotius 4:8. Mahkota-mahkota ini bukan untuk kemuliaan kita tapi bagi kemuliaan-Nya. (Wahyu 4:10) Tuhan tidak akan melupakan perbuatan baik yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah ditebus-Nya dalam nama-Nya dan bagi kemuliaan-Nya. (Matius 10:41-42; Ibrani 6:10)

10. Sheikh, Bilquis. I Dared to Call Him Father. New York: Fleming H. Revell Company

11. 1 Yohanes 2:27; Yohanes 4:14; 14:26; 16:13; Yeremia 31:33-34; Efesus 4:21

12. Ada perbedaan penting antara mengulang-ulang sebuah doa secara mekanis dengan benar-benar berhubungan dengan Allah dan menerima jawaban Allah atas doa-doa kita. Roma 8:26-27; Efesus 6:18; 1 Yohanes 5:14-15; Yohanes 14:13-14; 15:7; Filipi 4:6-9

13. Roma 12; 1 Korintus 12; Efesus 4

14. 2 Korintus 3:18; Filipi 1:6; 3:20-21